RSU Aisyiyah Ponorogo dan BPJS Kesehatan Siapkan Inovasi Antrian Online

Sahabat pembaca, sudah tahukah anda bahwa  BPJS Kesehatan Cabang Madiun bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Ponorogo berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan kepada pasien khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dalam hal bridging system aplikasi Aplicares milik BPJS Kesehatan dengan Aplikasi Pendaftaran Online dan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) milik RS.

Seperti yang kita ketahui bahwa Aplicares merupakan inovasi yang dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan dimana peserta JKN-KIS bisa secara langsung mendapatkan informasi mengenai ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Dan saat ini Aplicares tersebut sudah dikembangkan lagi dimana terhubung pada aplikasi Mobile JKN, sehingga lebih mudah diakses oleh peserta JKN-KIS.

“Saat ini peserta JKN-KIS lebih mudah melihat informasi terkait ketersediaan tempat tidur di rumah sakit melalui aplikasi Mobile JKN, karena Aplicares sendiri sudah terhubung ke aplikasi Mobile JKN. Jadi, ketika rumah sakit melakukan update pada Aplicares, otomatis pada aplikasi Mobile JKN juga ter-update,” jelas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan, Joys Karman di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Kamis (9/1/20).

Sementara itu, Aplikasi Pendaftaran Online dan Anjungan Pendaftaran Mandiri (APM) merupakan hasil inovasi dari RSU Aisyiyah dalam rangka menekan tingginya angka kunjungan di rumah sakit tersebut.

“Pada awalnya karena banyak keluhan pasien terkait antrian di rumah sakit, maka kami mencoba untuk berinovasi dengan membuat aplikasi pendaftaran online tersebut. Jadi pasien bisa mendaftar mulai dari H-7 dan langsung mendapatkan nomor antrian. Tak hanya itu, untuk pasien yang akan rawat inap mereka juga bisa melihat ketersediaan tempat tidur. Nah inilah yang merupakan hasil bridging dengan pihak BPJS Kesehatan Cabang Madiun dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada pasien khususnya peserta JKN-KIS,” jelas Humas RSU Aisyiyah, Enti Isnarni.

Sedangkan APM merupakan fasilitas bagi pasien yang ingin melakukan pendaftaran pemeriksaan kesehatan dengan cara langsung mendaftarkan secara mandiri melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store. Dikatakan Humas RSU Aisyiyah bahwa hal tersebut untuk mengurangi antrian di rumah sakit.

“Jadi pada hari H pasien melakukan pemeriksaan, mereka bisa memantau sendiri jumlah pasien yang sudah terlayani. Sehingga jika sudah mendekati nomor antrian milik peserta yang bersangkutan, barulah mereka mendatangi rumah sakit. Dengan begitu tidak terjadi penumpukan pasien hanya untuk menunggu antrian diperiksa. Termasuk untuk mengecek ketersediaan tempat tidur bagi pasien yang akan menjalani rawat inap. Jadi kami berusaha untuk transparan memberikan informasi terkait hal tersebut,” tambah Drg. Enti.

Pada kesempatan yang sama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Tarmuji menyampaikan bahwa dilakukannya bridging system antara Aplicares dengan Aplikasi Pendaftaran Online dan APM tersebut merupakan wujud komitmen untuk selalu memperbaiki layanan dan kemudahan bagi peserta JKN-KIS. Namun, untuk dapat dinikmati masyarakat Madiun masih harus menunggu proses bridging yang diperkirakan akan selesai pada akhir Januari ini. 

"Nantinya masyarakat Madiun bisa mengambil antrian secara online via aplikasi Mobile JKN. Peserta JKN-KIS juga bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan, dan yang tak kalah penting adalah mereka bisa secara realtime melakukan pengecekan sendiri akan ketersediaan tempat tidur ketika akan rawat inap, sehingga di sini informasi bersifat transparan, terbuka dan tidak ada istilah penolakan pasien karena kamar penuh,” tutup Tarmuji.

Berita ini bersumber dari BPJS Kesehatan

Posting Komentar

0 Komentar